Psychological Test tidak hanya sebatas meneliti variabel-variabel psikologi, tetapi secara dasar digunakan untuk membuat keputusan tentang orang lain.
Awal mula tes modern pada psikologi klinis :
• Beberapa awal mula tes psikologi merupakan cabang dari psikiatri (Bondy, dalam Urbina, 2014).
• Berkembang di Jerma dan Paris, pada abad 19
• Beberapa instrumen digunakan untuk penilaian fungsi kognitif pasien yang mengalami gangguan seperti Mental Disorder atau kerusakan otak.
Lahirnya IQ
• Pada tahun 1911, psikolog Jerman bernama William Stern mengusulkan bahwa tingkat mental skala Binet-Simon, dilebel ulang sebagai skor usia mental, dibagi dengan usia kronologis subjek untuk mendapatkan hasil bagi mental yang akan lebih akurat mewakili kemampuan pada usia yang berbeda. Untuk menghilangkan desimal, hasil bagi jiwa itu dikalikan 100, dan segera menjadi dikenal sebagai Intelligence Quotient, atau IQ.
• Tahun 1918, Thorndike membentuk tes Intelligence bagi anak SMA.
• Semakin berkembangnya tes psikologi, akhirnya beberapa hal disempurnakan dalam pengukuran yang kemudian muncul istilah Reliability dan Validity.
History and Development
> Minnesota Multiphasic Personality Inventori
• MMPI dimulai pada tahun 1939 di Universitas Minnesota oleh Starke R. Hathaway dan J. Charnley Mckinley.
• Mereka ingin membuat sebuah alat yang berfungsi dalam menilai paien dewasa khususnya kasus kejiwaan.
• Skala yang dikembangkan dalam MMPI yaitu sikap pribadi dan sosial, laporan klinis, sejarah kasus, manual wawancara psikiatri, dan pengalaman klinis pribadi.
• Hathaway dan Mckinley mengembangkan beberapa skala validitas :
- Tidak bisa mengatakan
- Lie (L)
- Infrequency (F)
- koreksi (K)
> Millon Clinical Multiaxial Inventori
• Pengembangan MCMI asli setelah Millon menerbitkan teksnya pada tahun 1969, psikopatologi modern.
• Pada 1972, sebuah bentuk awal dikembangkan yaitu The Millon-Illinois Self-Report Inventory (MI-SRI).
• MCMI dikembangkan untuk membantu ahli klinis membuat penilaian diagnosis
• MCMI adalah satu-satunya tes kepribadian yang mengarah kepada gaya dan gangguan kepribadian.
> California Psychological Inventory
• CPI dikembangkan sebagai persediaan untuk menilai karakteristik kepribadian interpersonal dalam suatu populasi normal.
• 20 skala mengukur daerah seperti kekuasaan sosial, citra sosial, sikap intelektual, dan
• Kepentingan konseptual. Tiga diantaranya adalah skala validitas.
Sejarah Rorschach
Rorschach adalah sebuah alat tes dengan perangkat 10 kartu dengan inkblot. Secara keseluruhan tujuan dari alat tes ini yaitu untuk menilai struktur kepribadian, dengan tekanan tertentu dan bagaimana individu menyusun struktur kognitif mereka.
Weschler Intelligence Scale
• Selama th 1930-an, weschler mulai mempelajari sejumlah tes standar dan dipilih dua subjek yang berbeda.
• Memperluas usia kisaran, memodifikasi item, mengembangkan IQ yang lebih tinggi, mengembangkan nilai index/faktor, menciptakan hubungan dengan langkah-langkah lain kognitif fungsi/prestasi.
Selasa, 05 April 2016
Selasa, 29 Maret 2016
Norma-norma Dalam Kelompok, Reliabilitas, dan Validitas
Norma-norma Dalam Kelompok:
Kinerja individu dievaluasi berdasarkan kinerja kelompok terstandarisasi yang paling bisa dibandingkan. Seperti ketika membandingkan skor mentah seorang anak dengan skor mentah anak-anak yang punya usia kronologis sama atau dalam sekolah yang sama.
Relativitas Norma-norma:
A. Sampel Normatif :
Biasanya dilakukan sesuatu untuk mendapatkan sampel yang representative dari populasi
B. Norma-norma Jangkar Nasional :
Suatu pemecahan atas kurangnya komparabilitas Norma-norma adalah dengan menggunakan tes jangkar untuk menghasilkan tabel-tabel yang ekuivalensi bagi skor-skor pada tes-tes yang berbeda.
C. Norma-norma Spesifik :
Pendekatan lain pada Nonekuivalen norma-norma yang ada dan kemungkinan besar merupakan pendekatan yang lebih realistis bagi banyak tes.
Reliabilitas :
Dalam psikologi merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda (Anastasi & Urbina, 2007).
Jenis-jenis Reliabilitas :
• Test-Retest : sejauh mana test dapat digeneralisasikan untuk kesempatan yang berbeda
• Parallel/Alternate Forms : cara untuk menghindari kesulitan yang ditemukan dalam reliabilitas
• Split-Half : menguji dua bentuk tes yang setara, tapi diberikan satu tes
• Internal Consistency : konsistensi respon terhadap semua butir soal dalam tes
Validitas :
Validitas test menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur (Anastasi & Urbina, 2007).
Kesepakatan antara nilai tes atau hasil pengukuran dan kualitas yang diukurnya (Kaplan & Sacuzzo, 2012).
Jenis-jenis Validitas :
A. Content Validity :
Melibatkan pengujian sistematik atau isi tes untuk menentukan apakah tes itu mencakup sampel representative dari domain perilaku yang harus diukur.
B. Construct Validity :
Lingkup sejauh mana tes bisa dikatakan mengukur suatu konstruk atau sifat teoritis.
C. Criterion-Related Validity :
- Validasi Kongkuren :
Diperoleh pada saat yang hampir sama dengan pemberia skor tes setelah suatu interval ditetapkan.
- Validasi Prediktif :
Diperoleh melalui penghubungan antara skor tes dengan kriteria yang diukur dimasa mendatang.
Kinerja individu dievaluasi berdasarkan kinerja kelompok terstandarisasi yang paling bisa dibandingkan. Seperti ketika membandingkan skor mentah seorang anak dengan skor mentah anak-anak yang punya usia kronologis sama atau dalam sekolah yang sama.
Relativitas Norma-norma:
A. Sampel Normatif :
Biasanya dilakukan sesuatu untuk mendapatkan sampel yang representative dari populasi
B. Norma-norma Jangkar Nasional :
Suatu pemecahan atas kurangnya komparabilitas Norma-norma adalah dengan menggunakan tes jangkar untuk menghasilkan tabel-tabel yang ekuivalensi bagi skor-skor pada tes-tes yang berbeda.
C. Norma-norma Spesifik :
Pendekatan lain pada Nonekuivalen norma-norma yang ada dan kemungkinan besar merupakan pendekatan yang lebih realistis bagi banyak tes.
Reliabilitas :
Dalam psikologi merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan berbeda (Anastasi & Urbina, 2007).
Jenis-jenis Reliabilitas :
• Test-Retest : sejauh mana test dapat digeneralisasikan untuk kesempatan yang berbeda
• Parallel/Alternate Forms : cara untuk menghindari kesulitan yang ditemukan dalam reliabilitas
• Split-Half : menguji dua bentuk tes yang setara, tapi diberikan satu tes
• Internal Consistency : konsistensi respon terhadap semua butir soal dalam tes
Validitas :
Validitas test menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur (Anastasi & Urbina, 2007).
Kesepakatan antara nilai tes atau hasil pengukuran dan kualitas yang diukurnya (Kaplan & Sacuzzo, 2012).
Jenis-jenis Validitas :
A. Content Validity :
Melibatkan pengujian sistematik atau isi tes untuk menentukan apakah tes itu mencakup sampel representative dari domain perilaku yang harus diukur.
B. Construct Validity :
Lingkup sejauh mana tes bisa dikatakan mengukur suatu konstruk atau sifat teoritis.
C. Criterion-Related Validity :
- Validasi Kongkuren :
Diperoleh pada saat yang hampir sama dengan pemberia skor tes setelah suatu interval ditetapkan.
- Validasi Prediktif :
Diperoleh melalui penghubungan antara skor tes dengan kriteria yang diukur dimasa mendatang.
Langganan:
Postingan (Atom)